Sabtu, 16 April 2011

ASAL KATA NAMA KALI BENINAI

Kali Beninai merupakan kali atau sungai terbesar di daratan pulau Timor. Hulu sungai ini terletak di gunung Mutis (tinggi 2.427 meter dari permukaan laut) dan bermuara di laut Timor tepatnya di Teluk Maubesi atau dalam sejarah tentang Timor sering disebut Teluk Wetoh. Gunung Mutis terletak memanjang dari daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ke Timor Tengah Selatan (TTS). Dengan demikian gunung ini dapat diklaim sebagian milik TTU dan sebagian milik TTS. Lebih dari 90% sungai-sungai kecil di daratan Timor bermuara pada sungai Beninai dan oleh karena itu sungai ini sering membawa bencana Banjir hampir setiap tahun bagi para penduduk yang bermukim di sepanjang muaranya.

Tercatat pada pertengahan Mei tahun 2000 terjadi bencana banjir bandang yang merusak harta benda dan bahkan 130 orang merenggang nyawa karena terseret arus banjir yang besar dan deras. Sebagian besar korban meninggal berasal dari warga pengungsi dari Timor-Timur yang pada saat eksodus 1999 bermukim di sepanjang sungai Beninani. Taksasi kerugian pada saat itu lebih dari Rp 20 M.

Sungai ini memiliki nama yang menurut para penutur adat memiliki pengertian yang sakral. Ada tiga versi nama yang selama ini diperbincangkan. Nama pertama adalah BENINAI. Menurut para penutur adat, nama BENINAI berasal dari kata BEI artinya nenek/kakek dan NAI artinya raja. Tetapi kemudian mengalami perubahan akibat ucapan lidah orang Tetun Fehan sehingga akhirnya kedua kata tersebut digabung atau diucap gabung menjadi BENINAI. Dengan demikian akhirnya sungai itu dikenal dengan nama BENINAI. Mengapa orang Belu khususnya orang di FEHAN menyebut sungai itu dengan BENINAI? Hal ini karena ada sifat masyarakat Fehan yang sangat taat dan hormat terhadap alam air diwaktu dulu. Ada kepercayaan bahwa apabila nama itu diucap sembarang atau tidak dengan hormat maka setiap orang yang melakukan itu akan dihanyutkan sungai itu.

Versi kedua mengatakan bahwa nama sungai BENINAI berasal dari kata BENAT artinya berjalan (mengalir) ke sembarang arah dan RAI artinya tanah. Jadi BENATRAI artinya yang berjalan ke arah sembarang atau yang mengalir ke arah sembarang. Hal ini terjadi karena pada awal mula terbentuknya sungai itu belum ada alur air. Dengan demikian air mengalir sembarang ke seluruh arah diatas permukaan tanah, akibatnya saat banjir terlihat bahwa air sungai ini mengalir keseluruh arah penjuru menuju laut dan menghanyutkan apa saja yang menghalangi perjalanannya. Itulah BENAT RAI artinya mengalir ke semua arah.

Versi ketiga mengatakan bahwa nama sungai itu adalah BENANAIN. Nama ini berasal dari kata BENA yaitu nama sebuah daerah di Timor Tengah Selatan dan NAIN artinya raja atau tuan. Dengan demikian nama BENANAIN artinya raja dari Bena atau Tuan dari Bena. Konon hulu sungai ini berasal dari BENA sehingga untuk penghormatan para penduduk terhadap alam air maka mereka menyebutnya BENANAIN, untuk menghindari diri dari amukan bencana banjir dari sungai ini.

Senin, 28 Februari 2011

PANTUN BAHASA TETUN

Pantun merupakan rangkaian kalimat yang mengandung ungkapan perasaan, baik itu rindu, penyesalan, kesedihan, sindiran, perkenalan atau curahan hati serta cinta kasih yang dapat dilakukan oleh kebanyakan orang dalam banyak budaya. Tidak ada budaya yang tidak mengenal pantun. Pantun bagi orang Fehan merupakan falsafah hidup yang lebih diekspresikan sebagai ungkapan perasaan yang paling dalam kepada lawan bicara dengan harapan dapat reaksi yang lebih baik. Ungkapan hati dan perasaan ini kadang tercurah dalam berbagai bentuk dengan gerak-gerik yang bervariasi. Untuk mengenal lebih baik ada sejumlah pantun disajikan sebagai berikut.


1.Atu nakur Weliman laku sia sor
Sor leri-lerik sia, lerik tuir emi

Hendak menyeberang sungai Weliman musang berbunyi merengek
Berbunyi merengek ingin mengikutimu
Artinya : Ditujukan kepada seorang gadis yang sedang lewat depan seorang pemuda, kemudian sipemuda minta mengantar sigadis tersebut.

2.Ama Kiik nakerek surat ba meda
Rona kokur tarutu surat soe lerek

Bapak Kiik menulis surat diatas meja
Mendengar guntur menggalegar dilangit surat itu dibuang
Artinya : Ditujukan kepada seseorang yang menganggap suatu pekerjaan lebih penting dari lainnya sehingga pekerjaan lainnya itu ditinggalkan begitu saja.

3.Alas itak taberek alas rinbesi
Rinbesi mai lituk hutun no klaken

Hutan taberek adalah hutan keramat
Keramatnya dapat melindungi kita
Artinya : Ditujukan kepada seorang pejabat yang sangat menyayangi rakyatnya.

4.Atu tama mai bidu sidak manoin
Diman mata los ida tuda sor emi

Kalau ingin menari berhati-hatilah
Sebuah tombak tajam mengarah ke kamu
Artinya : Hendaknya kita berhati-hati dengan kesenangan yang saat ini kita rasakan, karena akan ada kepahitannya

5.Aifunan foin moris keta lai mose
Mose saka aifunan loro na no’o

Bunga yang baru tumbuh jangan disanjung dulu
Sanjungan itu akan mematikan kembali bunga itu
Artinya : kemenangan yang yang baru diperoleh jangan dibanggakan secara berlebihan, apabila demikian maka akan membawa malapetaka.

6.Atu kawen kait liman katak uit ami
Katak ami kaer tuan laleoloro

Bila hendak menikah sambil bergandengan tangan, undanglah juga kami
Undang kami untuk bantu memegang payung
Artinya : ditujukkan kepada seorang pria yang merelakan sang pujaannya menikah dengan orang lain

7.Asu fuik sia sor laku sia sor
Sia sor rabeik fulan no kfitun

Singa dan musang meraung-raung
Raungannya membuat bulan dan bintang kebingungan
Artinya : rakyat merintih-rintih, rintihannya membuat para pejabat kebingungan

8.Amuti Lolilo ta harau
Ta harau atu se niak los

Bapak Putih lolilo ramai-ramai dirampas
Karena banyak yang merampas maka tidak jelas siapa yang akan memiliki
Artinya : seorang pria yang dicintai banyak gadis, karena banyak yang mencintai maka tidak jelas siapa yang akan dinikahinya

9.Ami ata fafudi kwer e lale, ami ata talara kwer e lale
La kwer malidu matan mai ami, la kwer madais matan mai ami
Lidu matan be ami tota hanesa, dais matan be titu tuir onan

Hamba bicara ini baik atau tidak, hamba bicara ini pantas atau tidak
Kalau tidak baik lihatlah ke kami, kalau tidak pantas lihat ke kami
Lihat ke kami untuk diratakan, lihat ke kami untuk ditiru
Artinya : dikiaskan kepada orang yang pintar tetapi rendah hati. Segala pembicaraannya selalu terbuka untuk diperbaiki.

10.Atu tama leun sia kakaut tara
Kakaut tara isin lotun rai nela

Hendak masuk kampung duri mengait
Mengait hingga secuil daging tertinggal
Artinya : dikibaskan kepada gadis yang hamil sebelum nikah

11.Atu kmai sei loron sei kein kmaluk
Kein malu dau-daun kalan tan onan

Saya mau datang masih sedu tapi masih menunggu teman lain
Menunggu hingga malam begini
Artinya : Dikiaskan kepada orang yang karena kesibukannya mengakibatkan hal yang sama penting tidak diperhatikan

12.Mantasik nalerik tehen taberek
Nare’un naksuhuk inan krok tebes

Burung laut mengaduh di pantai taberek
Terisak-isak, karena induknya sudah jauh
Artinya : Dikiaskan kepada orang perantau yang rindu akan kampung halamannya.

13.Babotek Uma let keta ta kotu
Ta kotu emi let ami let onan

Jangan potong putus cecendotan di sekitar rumah
Kalau sudah putus, kamu jauh kami jauh
Artinya : Persahabatan itu perlu dibina agar kita tidak saling bermusuhan.

14.Badu labis mai ami mela ai nahon
Ai nahon ai saburaka leon diak

Larang ruang tamu untuk kami, tinggalkan naungan pohon
Naungan pohon lemon cina lebih bagus
Artinya : dikiaskan kepada gadis yang menolak cinta si pemuda namun si pemuda masih berharap cinta si gadis bias kembali kepadanya..

15.Birus dato nakdolik ba dik lakan
Dik lakan sia more birus liu onan

Burung serindit terbang dari bunga dadap yang satu ke bunga dadap lain
Saat bunga dadap telah usang, burung serindit pergi tanpa kembali lagi
Artinya : dikiaskan kepada seorang gadis cantik yang selalu menjadi rebutan para pemuda, namun saat kecantikannya telah tiada maka para pemuda tidak lagi mendekatinya.

16.Bitilili sia semo leten taruik
Anin loitaek ida basa natun, basa natun iha au kiak laran

Kecapung-kecapung terbang tinggi diatas bukit
Sejenis angin kencang menjatuhkannya dalam hutan bambo kerdil
Artinya : seseorang yang dipermalukan karena kesombongannya sendiri

17.Bedok ro maliku modon maubesi
Modon itak maubesi modon maklibur

Beloklah kapal ke teluk Maubesi
Teluk Maubesi itu penyelamat
Artinya : ingin berlindung, berlindunglah kepada orang yang memiliki kemampuan untuk melindungi

18.Diak-diak la nuu uma no hadak
Nuu uma no hadak tetas hakwer

Baik-baik tidak seperti rumah dengan bale-bale
Seperti rumah dengan bale-bale meratakannya
Artinya : Dikiaskan kepada kehidupan yang saling menghargai

19.Debu tasik sia sere tasi sere
Sere taka natos mota hoaroan

Air danau dan laut pasang naik
Akibatnya menutupi sungai hoaroan
Artinya : pertarungan menjadi tidak seimbang karena dua orang melawan satu

20.Derebaban no lia, tala no lia
No lia nalao dasin oan Wehali too mai tian,
No lia naman dasin oan Wewiku too mai tian

Tihar dan gong berbunyi
Berbunyi sambil mengiring raja Wehali telah tiba
Berbunyi sambil mengiring raja Wewiku telah tiba
Artinya : seseorang yang baik dan bijaksana, biasanya pergi kemana saja selalu diterima dengan baik

21.Derebaban lia salin tala lia salin
Lia salin Maubesi sere e lale

Tihar bunyi lain, gong bunyi lain
Bunyi lain apakan air laut Maubesi bisa pasang naik atau tidak
Artinya : perbedaan pendapat antara dua kubu yang tidak akan menghasilkan suatu kesepakatan yang baik

22.Diak itak la nuu baria lele
Nuu barialele lain ba malu

Kebaikan kita tidak seperti tanaman pare
Sulurnya selalu saling bertautan
Artinya : hidup harus saling menolong

23.Futu Manu Mea Ata Keta Tau Tara
Lalikan tau tara manu meo kedan

Menyabung jago merah tidak perlu pasang taji
Tidak perlu pasang taji karena jago merah memang sudah jago sejak dulu
Artinya : Orang yang sudah pintar tidak perlu diajari lagi.

24.Hori uluk la mouk malo lia sira
Malo ema rai rona basa let hirus

Sejak dulu anda tidak melakukan hal itu
Sekarang semua orang sudah tahu baru mau melakukannya
Artinya : Orang yang tidak mau melakukan sesuatu pekerjaan karena ragu, namun setelah semua orang melakukan dan memperoleh hasil, orang tersebut kemudian menyesal.

25.Hali badalele sia hali leon diak
Leo nola tanotuk karas no kbelan

Beringin badalele adalah beringin yang baik
Menaungi seluruh penjuru
Artinya : dikiaskan kepada orang yang mampu merangkul semua pihak tanpa pandang bulu

26.Kiak ami nu’u re onu we lele
Nu’u onu we lele, lele namukit

Sengsaranya kami seperti batang gelagah dihanyuti banjir
Seperti batang gelagah yang terhanyut banjir, makin menyengsarakan
Artinya : Orang yang hidunya susah, akibat sesuatu hal ia semakin sengsara

27.Kia ami nuure baria lele
Nuu baria lele lain ba malu

Anak yatim seperti kami seperti pare yang bersulur
Seperti pare bersulur, sulurnya saling merangkul
Artinya : dikiaskan kepada anak-anak yatim piatu yang karena sengsaranya, mereka saling membantu untuk keluar dari kesusahan

28.Kaloan lonain krolik maubesi
Krolik nalo maubesi more let onan

Raja awan maubesi berpindah-pindah
Berpindah-pindah hingga membuat maubesi tidak berhasil
Artinya : dikiaskan kepada laki-laki ganti-ganti pacar akhirnya membuat pacar sebelumnya frustrasi

29.Kalan toba malua loron manoin
Loron manoin lia ita rua hakes

Malam tidur boleh lupa asal siang ingat
Siang ingat apa yang kita bicarakan
Artinya : seorang pemuda mengharapkan agar sigadis tidak melupakan apa yang mereka janji.

30.Kiak ami nuu re manu fuik tebes
Nuu manu fuik nodi neok nili rai kutun

Susahnya anak yatim seperti kami bagai ayam liar
Seperti ayam liar, sendiri memungut kutu dari tanah.
Artinya : dikiaskan kepada anak yatim piatu yang tidak pernah mendapat didikan orangtua, akhirnya segala sesuatu ia belajar sendiri dari lingkungannya.

31.Klekat ulu kabelak noku we tehen
Sobak sala rahenek naak urahun

Katak berkepala gepeng tidaur di pinggir air
Salah menerkam pasir, dipikirnya helai rambut.
Artinya : dikiaskan kepada orang yang kurang pergauluan sehingga segala sesuatu dianggap benar menurut seleranya saja.

32.Kokur botu lalean se nata
Nata tau fini ba rai metan

Guntur bunyi di langit siapa yang menyahut
Menyahut untuk membenamkan benih dalam tanah hitam
Artinya : Dikiaskan kepada orang yang sangat cepat membaca peluang berbisnis

33.Kiak ami nuure manufuik oan
Nuu manufuik nodi neok nili rai kutun

Susahnya kami seperti anak yam hutan
Seperti ayam hutan sendiri memilih kutu tanah
Artinya : dikiaskan kepada anak yatim piatu yang tidak pernah mendapat kasih sayang orangtua

34.Kabau aman fahiluka sai no talin, ba bolu Lalabou mai tuir kedan
Tuir-tuir la toma kasu nola fareu tanis tur nein

Kuda jantan Fahiluka terlepas dengan talinya, pergi panggil Lalabou untuk kejar
Kejar tidak dapat lalu duduk sambil menangis
Artinya : Dikiaskan kepada orang yang kehilangan sesuatu yang sangat berharga

35.Kodo akar lakulo temi se naran
Tatemin lalalek sura lalalek

Mengayak sagu Lakulo sebut nama siapa
Tidak ada yang disebut, tidak ada yang dihitung
Artinya : Dikiaskan kepada orang yang melakukan sesuatu tanpa memperhitungkan resikonya

36.Kfitun loroten sia kfitun dadula
Dadula nahat meti wen laran

Bintang yang muncul lebih awal adalah bintang yang tidak menetap
Tidak menetap akhirnya membuat rusak laut
Artinya : Dikiaskan kepada gadiscantik yang selalu menggoda

37.Lamukan keukere manu keukere
Keukere narekas soman sia ruma

Burung balam mencakar, ayam mencakar
Akibatnya seluruh kerabat menjadi kurus
Artinya : dua orang yang sering membuat terjadinya perpecahan dalam keluarga bahkan dalam masyarakat

38.Lidu matan maliku fulan no kfitun
Fulan kfitun sarui lun la mara

Hati-hati melirik bulan dan bintang
Bulan bintang menunduk, menangis tidak berkesudahan
Artinya : berhati-hatilah dalam memilih pasangan hidup, apabila salah memilih menyesal tidak berkesudahan


39.Lia ita ruas dale keta malua
Kalan toba malua loron manoin

Jangan lupa apa yang telah kita sepakati
Lupa saat tidur malam, ingat saat siang hari
Artinya : harus konsekwen dengan apa yang telah diucapkan


40.Lia itak la nuu manu tatolek
Nuu manu tatolek lauk nahat

Suara kita tidak seperti ayam tatolek
Seperti ayam tatolek, membuat rusak
Artinya : Jangan meniru perbuatan jahat dari siapapun, karena selalu menghasilkan sesuatu yang tidak baik

41.Laloran nakfake temi se naran
Naran manu kiak ida kokorek tebes

Ombak mendebur sebut nama siapa
Nama ayam piatu telah berkokok
Artinya : Dikiaskan kepada kehidupan seseorang yang penuh dengan perjuangan


42.Manu mutin ai kmodok rani ro ulun
Kokorek naseta ro foin lao

Ayam jago putih berkaki kuning hinggap di kepala perahu
Dia berkokok dulu baru perahu bias berjalan
Artinya : Bapak atau ayahlah yang menjadi nakhoda dalam keluarga

43.Manu aman leo laran manu maksibar
Sibar manu leo matak lao la teik

Ayam jago dalam kampung ayam pengusir
Mengusir ayam dari kampung lain tidak mendekat
Artinya : seorang pemuda mengharapkan agar sigadis tidak melupakan apa yang mereka janji.


44.Manu kokorek nee krok e kreis
Ba marik mosi uma itak tur teik, let modi manono manu lian diak.

Ayam jago yang berkokok itu jauh atau dekat
Pergi dan berdirilah diantara rumah kita, sambil mendengar, ayam itu berkokok sangat merdu.
Artinya : kebaikan seseorang selalu menjadi perhatian sesamanya.


45.Malo uma maliku dalan oin sia
Kba kosi ktur tuli kmai tur tuli
Ktur tuli kamara kosar be liu

Buatlah rumah di pinggir jalan
Agar saya pergi singgah pulang pun singgah
Singgah hingga keringat kering baru jalan terus
Artinya : Nasihat untuk tidak kikir terhadap sesama

46.Manu mutin ai kmodok talin mean lakan
Mean lakan ba noku uma tatis
Mean lakan maksibar manu leo matak
Sibar manu leo matak lao krok duuk
Sibar manu leo seluk foho tateten

47.Makukun sarare kmai-kmai ruuk
Beta loke kanutak kmai-kmai ruuk

Biar gelap gulita saya tetap datang
Biar terantuk sampai kuku kaki terkupas saya tetap datang
Artinya : dikiaskan kepada seorang pria yang selalu setia kepada kekasihnya walaupun banyak tantangan


48.Manu kakae ida semo re main, manu kakae ida tete re main
Semo mai nakbasak funan rik lakan, tete mai ba rani seik rik lakan
Naak fali rik lakan buras nafati, naak fali rik lakan kresan nafati
Rik lakan sia bosan hori kleur onan

Seekor burung kakatua sedang terbang kemari
Terbang datang hinggap dekat bunga dadap
Ia mengira bunga dadap masih indah
Indahnya bunga dadap telah lama pudar
Artinya : seorang laki-laki yang telah memilih seorang gadis yang ternyata tidak perawan lagi

49.Nakur mota rua tolu buka kiak malu
Buka nola kiak malu tanis tau loron

Menyeberang satu dua sungai untuk mencari kawan
Setelah dapat teman menangis tiap hari
Artinya : Ditujukan kepada seseorang yang pergi mengadu nasib dinegeri orang, tetapi yang didapat adalah kesusahan yang berkepanjangan

50.Nada fatuk kabelak tuli we tehen
Klekat ulu kabelak fetik naroe

Menyusun batu ceper di pinggir kali
Katak menghancurkannya
Artinya : Ditujukan kepada seseorang yang melakukan suatu pekerjaan dengan niat baik tetapi niat baik itu kemudian digagalkan oleh orang lain

51.Natiha ba rat sukat ai leut
Sei sukat ai leut sikun rua neli

Berjalan di pantai sambil mengukur bekas telapak kaki
Belum selesai mengukur, ada dua sudut memalang
Artinya : Dikiaskan kepada orang terlambat melakukan suatu pekerjaan sehingga akibatnya semuanya menjadi terbengkalai.

52.Nosi nikar Kupang mai manek malae
Loke tian takulu mane mak ta akar mak ta raut

Baru datang dari Kupang seperti pembesar
Setelah buka topi ternyata seorang yang bisa memotong sagu
Artinya : dikiaskan kepada orang yang pura-pura pintar ternyata tidak ada apa-apanya

53.Nu fula roman sia funan nakresan
Wanibuku sia tara more let onan

Kelapa kuning gading itu bunganya bermekaran
Kumbang mengisap akhirnya cepat menjadi layu

Artinya : Ditujukan kepada seorang gadis cantik yang kelalainnya sendiri ia menjadi hamil diluar nikah

54.Oras loro malirin lakateu tanis
Tanis naak nian ina sae ro sina

Tiap sore burung tekukur menangis
Menangis karena ibunya naik kapal cina
Artinya : Ditujukan kepada anak yatim yang hidup susah karena ibunya telah meninggal.

55.Oras loro malirin bete fai tora
Matan karuk sasiri kwana ba dalan

Tiap sore bete menumbuk jewawut
Mata kiri menampi, mata kanan melihat ke jalan
Artinya : Ditujukan kepada seorang gadis yang sedang menanti kekasihnya yang akan kembali dari suatu perjalanan jauh.

56.Odan takan wehali odan sui sai
Sui sai namukit rou rua naran

Tangga untuk siri wehali adalah tangga pengungkit
Akibatnya dua burung dara menderit
Artinya : seorang perantara yang mula-mula baik tetapi kemudian karena ulahnya sehingga mengecewakan pihak sang gadis


57.Onok-onok natolu foho tateten
Tosak inan uma tur te’ik foti nakluut

Burung laying-layang bertelur di lereng gung
Untuk ada orangtua yang mengangkat dan memelihara
Artinya : Ditujukan kepada orang yang susah di rantauan tetapi kemudian ditolong oleh para tetangga

58.Oa feto oa rate mutu no inan
Oa mane oa rate kwarakan onan

Kuburan anak gadis dekat ibunya
Kuburan anak laki-laki bisa dimana-mana
Artinya : Ditujukan kepada penganut adat sabete saladi dimana anak laki-laki yang pergi menyatu dengan rumpun keluarga istrinya sedangkan anak perempuan selamanya selalu dekat dengan orangtua dalam sukunya.

59.O keta sasadi beran maromak
Sasadi duni ba teki rua tolu

Jangan menyebut nama Tuhan
Menyebut terus, cecak akan berbunyi terus
Artinya : tidak boleh menyebut nama Tuhan secara sembarangan

60.Ro batar kain sia sera laloran
Sera kotu laloran namon fuik onan

Perahu batang jagung secara berani mengapung di samudra
Mengapung sampai akhirnya teluk namon menjadi liar
Artinya : Seorang gadis yang karena terlibat terlalu jauh dalam pergaulan bebas akhirnya semua laki-laki tidak mau mendekatinya lagi.

61.Rahenek mutin sia tehen tatis
Nareun ba loron tanis ba kalan

Pasir putih di tepi pantai
Menangis terisak-isak siang dan malam
Artinya : penderitaan seseorang yang tak kunjung pupus


62.Ro ida sera mai karas makerek
Foti bilan rai bilan karas makerek

Sebuah kapal yang bersandar dadanya berbelang
Angkat bolak balik dadanya tetap berbelang
Artinya : dikiaskan kepada janji yang tak pernah diingkari


63.Rou rua rakmuk tene rei malu
Tene malu taniru kaban ba mota

Dua burung dara berkicau saling mengajak
Saling mengajak lalu membuang ludah ke sungai
Artinya : dua gadis saling bercerita kisah cintanya masing-masing

64.Rona kokur tarutu sidak nanoin
Sidak nanoin bete tanis tau loron

Mendengar guntur berbunyi di langit
Mengingat nona menangis setiap hari
Artinya : seorang pria yang sering merindukan kekasihnya dirantauan pada saat menjelang musim hujan


65.Sukabi dikin meak anin nu fila
Nu fila kalatak tara tuir kedan

Pucuk kusambi yang merah ditiup angin
Tertiup sampai bayangannya menyertainya
Artinya : Ditujukan kepada gadis yang hamil diluar nikah

66.Solok surat mai ami solok no foto
Foti bilan kahilas loron no kalan

Surat surat kepada kami kirim dengan foto
Setiap saat saya akan memandangnya terus
Artinya : Ditujukan kepada gadis yang hamil diluar nikah

67.Se soru se ta naran ba hau
Soru tia naktomak lolo seluk ba ida
Ida seluk nameti nodi sin hau

Siapa yang menenun khusus untuk saya
Setelah selesai menenun kasih kepada orang lain
Orang lain memakai sambil menyindir saya
Artinya : Ditujukan kepada pemuda yang gagal dalam cintanya karena kekasihnya memilih pemuda lain.

68.Surat mutin nakdolik lia la dadi
Ina ama tur mutu lia foin dadi

Hanya bersurat-suratan saja tidak mungkin jadi
Kedua rumpun keluarga duduk bersama baru bisa jadi (nikah)
Artinya : Pernikahan membutuhkan restu orang tua

69.Saka asu bere bauk saka la bele
Fila nikar tuir asu bere bauk nian dalan lao los onan

Membantah jalannya asu bere sangat tidak bisa
Berbalik mengikuti jalannya asu bere bauk, justru jalannya mulus
Artinya : menentang seseorang yang sedang berkuasa itu tidak mungkin, yang mungkin adalah mematuhi perintahnya.

70.Surat mutin nakliki monu rai kladik
Se foti se ladi niak los onan

Surat putih terbang dan jatuh di perbatasan
Yang mengangkat dan membacanya berarti itu miliknya
Artinya : orang yang cepat mendapatkan informasi, dialah yang menguasai dunia

71.Sona batar kriroan taka natos
Taka natos batar botun la sai

Menyangan jagung bunga sambil menutup
Menutup sehingga bunga jangung tidak keluar
Artinya : seseorang sangat merahsiakan sesuatu sehingga tidak diketahui orang lain


72.Se kesi namukit manu lian diak, se futu natos manu mea ata
Bete Modok la nili manu lian diak, Bete Modok namukit manu mea ata

Siapa yang menyengsarakan jago yang kokokannya indah itu, siapa yang mengikat jago merah itu.
Bete Modok tidak memilih jago yang berkokok indah itu, Bete Modok yang menyengsarakan jago merah itu
Artinya : seorang pria menderita karena dikecewakan oleh seorang gadis pujaannya

73.Tur tasi tehen sia rona sa lian
Rona mesa maklaku kukun naktak

Hidup di pinggir laut bunyi apa yang anda dengar
Hanya mendengar bunyi jepit kepiting laut
Artinya : Ditujukan kepada orang yang hidupnya jauh dari kehidupan moderen

74.Tasi ulu sawan sia kbada la kola
Uras ami tur teik bada la hola

Laut yang pasang pada pagi hari tidak bisa ditebak
Kami yang tinggal didekatnyapun tidak dapat menebak
Artinya : dikiaskan kepada seseorang sangat teguh memegang sesuatu rahasia, sehingga rahasia itu tidak bocor sekalipun terhadap orang-orang dekatnya.


75.Takulu mean sae manek malae
Manek malae dadi mataros onan

Setelah mengenakan topi merah seperti cina
Tetapi akhirnya bisa jadi jongos
Artinya : dikiaskan kepada seseorang yang baru memiliki ilmu sedikit hendak pergi merantau

76.Taman kobin nalolon mota Baukama
Kuru mota Baukama nodi fui kobin

Menanam kol sepanjang sungai Baukama
Menimba air sungai Baukama untuk menyiram kol.
Artinya :. Orang bekerja keras dan selalu mempunyai pertimbangan yang logis

77.Taka ksela maliku kuda rin diak
Rin diak naliku kalan no loron

Mau pasang pelana lihatlah kuda yang baik
Kuda yang baik akan memelihara siang dan malam.
Artinya : nasihat kepada para anak gadis saat memilih pasangan hidup, agar menjatuhkan pilihan kepada laki-laki yang bertanggung jawab, sehingga bisa menyayanginya setiap saat.

78.Taman takan lain ida siri lain ida
Siri koamakerek sae liu takan

Menanam sebatang siri daun dan sebatang siri buah
Siri buah ternyata lebih cepat memanjat
Artinya : Dikiaskan kepada politikus yang menang lawannya dengan cara jahat.

79.Tau batar ba rai kba lai kupang,
kosi kikar kupang mai lima fohon makerek labis no nain

Setelah musim tam berlalu saya pergi ke kupang
saat pulang kembali ternyata tangan sudah bergambar dan bale-bale rumah telah ada penghuninya
Artinya : ditujukan kepada seorang pria pergi meninggalkan kekasihnya untuk merantau, tetapi ketika kembali dari rantauan ternyat kekasihnya telah bersuami

80.Taan tilu manono manu no lian
Manu no lia bete keta lun turu

Pasang telinga untuk mendengarkan jago berkokok
Jago berkokok, nona jangan menangis
Artinya : Kita harus selalu mendengarkan nasihat yang baik

81.Taman batar botun sia sidak manoin
Sidak manoin batar botun Wehali

Menanam jagung bunga ingat-ingat dulu
Ingat-ingat jagung bunga dari Wehali
Artinya : ketika hendak memilih pasangan hidup, hati-hatilah agar tidak salah memilih

82.Tudu matan mai ami mare lai
Mare manoin inan liurai

Melirik mata ke kami ingat-ingat dulu
Ingat-ingatlah akan kekasihmu
Artinya : sindirian seorang gadis kepada seorang pria yang ingin melamarnya tetapi ternyata pria itu telah memiliki calon istri

83.Tunu batar maliku batar Wewiku
Wewiku naladu lale los onan

Ingin bakar jagung, ingat jagung wewiku
Kalau jagung wewiku sudah hangus tidak bermanfaat lagi
Artinya : peringatan agar hati-hati saat melakukan sesuatu, karena apabila salah maka akan membawa kerugian besar

84.Tur biti ulun sia tur dadar
Se laka liu se sina liu se

Duduk di kepala tikar duduk sama-sama
Tidak ada yang lebih bersinar, tidak ada yang lebih bercahaya
Artinya : semua manusia sama, tidak ada yang derajatnya lebih dari yang lain



85.Tada mata kadeli keta soe lakon
Soe lakon kadeli soe no hau

Tanda mata cincin tidak boleh dihilangkan
Kalau hilang berarti saya juga hilang
Artinya : mengenang seseorang dari cindermata yang pernah diberikannya

86.Uluk ita ruas nuu batar hun kmesak
Ikus fail hanesan busa no laho

Dulu kita seperti jagung pohon tunggal
Dikemudian hari seperti kucing dan tikus
Artinya : dikiaskan kepada dua sahabat yang sangat karib tetapi kemudian saling bermusuhan

87.Uluk-uluk la mouk fila ba kotuk, ikus fali maliku kaba let hirus

Dulu tidak mau berpaling ke belakang, dikemudian hari baru menyesal
Artinya : dikiaskan kepada orang menyesal akan kekhilafannya namun semuanya tidak ada artinya lagi


88.Uluk ita ruas nuu fuik sasoka
Losu kari ken kari lale los onan

Dulu kita seperti daun siri yang tersusun rapat
Tetapi kemudian tercerai berai
Artinya : persahabatn harus dijaga agar tidak terjadi perselisihan

89.Wehali nu’ure moroten kotu
Tosak oan Wewiku nili tu nikar

Wehali bagaikan jalinan muti yang tercerai berai, untung Wewiku mengutuhkan kembali
Artinya : sindiran ditujukan kepada suku Wehali yang dalam perkembanganya anggota kerajaanya hamper punah, tetapi kemudian kerajaan Wewiku memberikan seorang anggotanya sehingga kemudian kerajaan Wehali berkembang menjadi banyak kembali

Sabtu, 26 Februari 2011

JENIS BAHASA YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT BELU

Masyarakat Kabupaten Belu menggunakan empat macam bahasa ibu. Adapun empat macam bahasa ibu tersebut adalah bahasa Tetun, bahasa Dawan, Bahasa Bunaq dan Bahasa Kemak.

1.Bahasa Tetun
Bahasa Tetun merupakan bahasa ibu yang digunakan secara mayoritas oleh masyarakat Kabupaten Belu. Hal ini dilihat dari jumlah penuturnya dimana hampir seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Belu dapat menuturkannya kecuali para pendatang. Meski demikian para pendatang mudah menyesuaikan diri karena bahasa Tetun mudah dipelajari. Bahasa Tetun dilihat dari aspek dialeknya maka terdapat dua jenis yaitu Tetun Fehan yang sering disebut juga Tetun Terik atau Tetun Fehan dan yang kedua adalah Tetun Foho. Tetun jenis pertama digunakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Belu secara permanen yaitu Kecamatan Malaka Barat, Kecamatan Weliman, Kecamatan Wewiku, Kecamatan Rinhat, Kecamatan Malaka Tengah dan sebagian Kecamatan Kobalima serta Kobalima Timur. Sedangkan Tetun jenis kedua digunakan di sebagian Kecamatan Kobalima dan Kobalima Timur, sebagian Kecamatan Malaka Timur, Kota Atambua, Atambua Barat, Atambua Selatan, Kakuluk Mesak dan sebagian Kecamatan Tasifeto Timur dan Lasiolat.

Tetun Foho. Beberapa Kecamatan yang secara terbatas menggunakan Tetun Foho yaitu sebagian Kecamatan Kobalima dan Kobalima Timur, sebagian Kecamatan Malaka Timur, Sasitamean, Io Kufeu, Botin Leobele dan Laen Manen,Tesifeto Barat, Naet Dubesi, Kota Atambua, Atambua Selatan dan Atambua Barat, Kakuluk Mesak Tasifeto Timur dan Lasiolat.

Selain itu bila dilihat dari aspek pelafalan maka bahasa Tetun dibedakan atas dua macam yaitu Tetun D dan Tetun R. Perbedaan keduanya terletak pada pelafalan setiap kata atau suku kata Tetun yang diawali dengan fonem D. Untuk penutur Tetun D akan melafalkan setiap kata atau suku kata yang berfonem awal D seperti apa adanya, sedangkan para penutur yang tergolong Tetun R maka setiap kata atau suku kata yang berfonem awal D dilafalkan R. Misalnya kata "DAKA" yang artinya "JAGA atau MENJAGA" dilafalkan sebagai "RAKA", contoh lainnya kata "LIDUN" yang artinya "SUDUT" dilafalkan "LIRUN" tanpa merubah artinya.

2. Bahasa Dawan
Bahasa Dawan digunakan di beberapa Kecamatan yaitu Kecamatan Sasitamen, Io Kufeu, Botin Leobele, Laen Menen dan Malaka Timur. Meski beberapa kecamatan ini menggunakan bahasa Dawan namun masih dapat menuturkan bahasa Tetun Fehan. Hal ini karena secara geografis letak beberapa kecamatan tersebut masih berbatasan langsung dengan beberapa kecamatan yang masyarakatnya menggunakan bahasa Tetun Fehan. Bahasa Dawan yang digunakan adalah Dawan "R" seperti yang digunakan di Amarasi.

3. Bahasa Bunaq
Bahasa Bunaq atau sering disebut juga bahasa Marae digunakan secara permanen di kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan, sebagian kecamatan Kobalima dan Kobalima Timur, sebagian Kecamatan Tasifeto Timur dan Lasiolat.

4. Bahasa Kemak
Jenis bahasa yang satu ini jumlah penuturnya sangat sedikit dibanding penutur bahasa lainnya. Adapun punuturnya tersebar di sebagian kecamatan Kakuluk Mesak dan Tasifeto Timur. Hal ini diduga berkaitan dengan kedatangan suku ini dari Timor-Timur ke Belu paling terakhir. Suku yang paling terakhir ini tidak bisa menguasai dan berkembang lebih banyak karena sebagian besar wilayah telah didiami oleh masyarakat Tetun, Bunak dan Dawan terlebih dahulu.

BAHASA TETUN/LIA TETUN

Bahasa Tetun atau Lia Tetun merupakan salah satu aset budaya bangsa yang ada di Belu, yang kian hari terasa semakin didesak oleh bahasa lain yang datang dari luar. Tentu hal ini tidak terlalu terasa, namun tendensitas harian menunjukan bahwa lambat laun bahasa Tetun akan semakin tergeser bahkan ada kecenderungan yang pasti untuk hilang karena setiap generasi muda sekarang hampir dipastikan tidak lagi menggunakan bahasa Tetun dalam berkomunikasi. Dengan demikian tidak mustahil suatu ketika bahasa Tetun hanya tinggal nama atau paling tidak, tidak lagi menunjukan kemurnian. Suatu misal, penutur bahasa Tetun di Timor Timur dan bahkan bahasa Tetun itu sendiri telah terkontaminasi dengan bahasa Portugis sehingga saat ini Tetun asli di Timor Timur hilang sama sekali dan muncul suatu kondisi transisional dimana kita mengenal Tetun Portu, yang tentunya tidak menunjukan keaslian Tetun, maupun bahasa Portugis.
Berkaitan dengan ini, sebenarnya ada enam hal yang mendorong penulis untuk menyusun kamus ini, dan keenam hal tersebut adalah pertama, bahasa Tetun hampir tidak digunakan dalam komunikasi harian oleh para generasi muda sekarang. Kondisi ini akan menyebabkan bahasa Tetun bisa punah pada suatu ketika dimana orang tidak lagi menggunakan sebagai bahasa pengantar, baik di rumah tangga, masyarakat, lembaga-lembaga pemerintah dan swasta. Kedua, orang malu menggunakan bahasa Tetun pada berbagai kesempatan. Umumnya para penutur bahasa daerah khususnya para penutur bahasa Tetun malu berbahasa Tetun di depan lawan bicara pada berbagai kesempatan karena takut dianggap kolot, kampungan dan bahkan tidak nasionalis. Dengan demikian bahasa Tetun jarang dan bahkan hampir tidak digunakan oleh penuturnya sekalipun dengan sesama penuturnya sendiri sehingga memungkinkan suatu saat bisa punah. Ketiga, orang lebih cendrung menggunakan bahasa lain (asing) karena menganggap bahasa Tetun telah ketinggalan jaman. Hal ini akan menyebabkan orang lebih terbiasa dan lebih fasih menggunakan bahasa lain daripada bahasa ibu sendiri. Penyebab timbulnya perasaan seperti ini adalah anggapan bahwa menggunakan bahasa lain (bahasa Indonesia, Inggris, Jawa atau lainnya) akan kelihatan lebih bergengsi dan bergaya lebih moderen. Selain itu orang ingin menciptakan image bagi lawan bicara bahwa dengan menggunakan bahasa lain terlihat lebih pintar dan berwawasan luas. Keempat, bahasa Tetun tidak diwajibkan sebagai ajaran muatan lokal (MULOK) di sekolah-sekolah, padahal di daerah lain seperti Bali dan Jawa, bahasa daerah diajarkan sebagai mata ajaran wajib. Hal ini tentu bermaksud untuk mempertahankan bahasa daerah yang bersangkutan sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa. Perlu diketahui bahwa setiap bahasa daerah adalah juga merupakan unsur pembentuk bahasa Indonesia. Kelima, tidak ada aturan khusus yang mengharuskan orang (pemakai bahasa) untuk menggunakan bahasa Tetun pada acara-acara tertentu. Dengan demikian bahasa Tetun sering hampir dilupakan dalam komunikasi harian oleh para pemakainya. Keenam, derasnya arus globalisasi, diantaranya transformasi dan adopsi budaya asing yang berlebihan oleh masyarakat penutur. Hal ini menyebabkan masyarakat akan cepat menyerap budaya asing (menggunakan bahasa lain) dan menganaktirikan budaya sendiri termasuk bahasa Tetun. Sehingga dengan demikian bukan tidak mungkin suatu saat bahasa Tetun bisa punah.
Untuk mengantisipasi kemungkinan hilang atau jarang dipakainya bahasa Tetun oleh para penuturnya yang telah berada diabad modern dengan berbagai bahasa berikut dialeknya masing-masing, maka kami memberanikan diri untuk mengumpulkan dan menyusun kata-kata bahasa TETUN menjadi sebuah kamus yang kiranya menjadi dokumen atau dapat menjadi bahan referensi bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya.
Selain hal penting diatas, dapat dijelaskan disini bahwa bahasa Tetun merupakan bahasa yang digunakan oleh mayoritas penduduk pulau Timor sejak dulu. Di kabupaten Belu misalnya, terdapat empat macam bahasa daerah yakni bahasa Tetun, bahasa Bunaq, bahasa Kemak dan bahasa Dawan. Namun dalam kehidupan sehari-hari, ternyata hampir seluruh penduduk di daerah ini dapat menggunakan bahasa Tetun kecuali para pendatang. Untuk alasan ini pulalah, penulis merasa berkekuatan untuk menyusun dan membukukan kata-kata bahasa Tetun menjadi sebuah kamus.
Bila diamati secara mendalam, ternyata bahasa Tetun dapat diklasifikasikan atas tiga tingkatan yaitu bahasa yang digunakan untuk berpantun (Rai Lian), bahasa untuk berkomunikasi dengan para raja atau para pejabat dan yang terakhir adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang - orang sebaya. Dalam kamus ini, hampir seluruhnya memakai kata-kata untuk percakapan sehari-hari atau tingkatan ketiga.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun kamus ini tidak sedikit pihak yang berperan mendorong dan bahkan membantu dengan caranya sendiri untuk menyelesaikan kamus ini. Untuk itu dengan hati yang tulus, saya haturkan terima kasih yang tak terhingga kepada :
1.Rm. Edmundus Nahak, Pr yang telah membantu saya memberikan beberapa pustaka untuk menyelesaikan penulisan kamus ini.
2.Rm. Alex Seran, Pr (alm) yang telah memberikan masukan dan bahkan mengoreksi beberapa hal penting yang kiranya telah menopang kebenaran terjemahan kedalam bahasa Indonesia mendekati sinonim yang tepat.
3.Bapak Agustinus Seran yang tidak henti - hentinya memberi masukan dari kelebihannya untuk melengkapi kamus ini.
4.Teman Drs. Ec. Edmundus Nahak, Ak atas kepeduliannya yang besar terhadap pelestarian budaya bangsa hingga bersedia mencari jalan untuk penerbitan kamus ini.
6.Kepada semua pihak yang telah dengan caranya sendiri membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan kamus ini.
Akhirnya penulis menyadari bahwa belum seluruh kata-kata Tetun tertuang dalam kamus ini sehingga sumbangan pikiran dari pihak manapun datangnya tentu sebagai referensi penting. Begitu pula terjemahannya kadang begitu terasa kaku akibat terbatasnya kemampuan penulis untuk menemukan sinonim yang tepat buat digunakan sebagai arti yang sesungguhnya.